Released by: Asylum Records

Ed Sheeran berhasil menegaskan namanya sebagai sosok penting skena pop dekade ini melalui tiga album pertamanya yang memakai simbol-simbol matematika sebagai judul, “+” (2011), “×” (2014), dan tentu saja “÷” (2017). Banyak yang menduga jika album berikutnya dari penyanyi/penulis lagu berusia 28 tahun asal Inggris ini adalah “-“, untuk melengkapi simbol tadi. Tapi rupanya kita beranggapan salah, karena ia justru menghadirkan sebuah proyek kolaboratif bertabur bintang, “No.6 Collaborations Project“, sebagai album keempatnya.

Kalau familiar dengan karir Sheeran, pasti tahu kalau sebelum merilis album debutnya, ia pernah melepas sebuh EP alias album mini berjudul “No. 5 Collaborations Project” (2011). Secara “semangat”, bisa dikatakan “No.6 Collaborations Project” sebagai sekuelnya. Hanya saja, dengan nama Sheeran yang kini berada di jajaran musisi papan atas, tentu rekan-rekan kolaborasinya pun datang dari kalangan yang sama.

Beramunisi 15 track, nama-nama beken seperti Justin Bieber, Eminem, Stormzy, Skrillex, Bruno Mars atu Cardi B pun bersedia untuk membantunya. Track dibuka dengan ‘Beautiful People’ di mana ia menggandeng Khalid untuk membantunya. Mendengarkan lagu ini kita bisa merasakan jika Sheeran mencoba “beradaptasi” dengan gaya pop-R&B milik sang bintang asal Amerika, meski tak menghilangkan ciri khas Sheeran itu sendiri, pop melodik dengan sedikit sentuhan folk.

Pendekatan yang sama juga bisa ditemui di berbagai track lain, seperti latin saat berkolaborasi bersama Camila Cabello dan Cardi B dalam ‘South of the Border’, hip-hop dalam ‘Remember the Name’ bersama Eminem dan juga 50 Cent yang akhirnya berduet lagi dengan Em setelah beberapa tahun lamanya. Sheeran dalam catatan musikalitasnya memang tak pantang ngerap, meski lebih mirip sing-talk ala Jason Mraz, sehingga bukan hal aneh saat beberapa artis hip-hop yang diajaknya di album (Chance the Rapper dan PnB Rock dalam ‘Cross Me’ atau ‘1000 Nights’ bersama Meek Mill dan A Boogie wit da Hoodie).

Meski begitu, sepertinya tujuan utama dari “No.6 Collaborations Project” adalah menghadirkan barisan bop atau banger yang sangat radio-friendly, jadi tidak heran jika kolaborasinya bersama Travis Scott lebih condong kepada ranah pop-dance, meski membungkusnya dengan beat ala hip-hop. Mendengarkan ‘Antisocial’ mengingatkan akan pop-dance yang kerap dibawakan boy-group K-Pop. Rasa-rasanya lagu juga pas jika dibawakan EXO atau BTS misalnya.

Pop-dance memang menjadi tawaran Sheeran akhir-akhir ini semenjak sukses besar dengan ‘Shape of You’ yang diambil dari album “÷”. Formula setipe pun ditemui dalam ‘I Don’t Care’ yang lagi-lagi ia berkolaborasi bersama Justin Bieber. Hanya saja kali ini memang lebih lekat pada gaya musikalitas dance ala Bieber, utamanya di era album “Purpose”.

Bukan berarti Sheeran melupakan akar bermusiknya sendiri, karena album juga memberi ruang pada balada akustik bercorak pop-folk yang biasa kita kenal darinya saat membawakan ‘Best Part of Me’ bersama Yebba. Sedang ‘Way To Break My Heart’ terdengar seperti balada Ed Sheeran yang diremix secara electronic oleh Skrillex. Menariknya, saat berkolaborasi bersama Bruno Mars dan Chris Stapleton dalam ‘Blow’, mereka dengan ciamik justru menghadirkan sebuah anthem rock yang tebal.

Dengan memakai embel-embel “No.6 Collaborations Project”, Sheeran seolah menjadikan alasan untuk mengeksplorasi warna musik di luar wilayah amannya. Sesuatu yang mungkin akan dianggap drastis jika dibawakannya secara penuh dalam album tradisionalnya.

Hasilnya memang menarik, karena menjadi sarana bagi Sheeran untuk memamerkan versatilitasnya dalam bermusik. Sekaligus juga mungkin untuk membuktikan jika ia tak kalah dengan Sia Furler dalam kompetensi menulis untuk musisi lain dengan berbeda genre. Hanya saja jika Sia dalam album “This Is Acting” mencoba mengikuti gaya bernyanyi penyanyi yang awalnya diniatkan untuk membawakan lagunya, maka Sheeran langsung menggandeng musisi yang dimaksud.

Mendengarkan “No.6 Collaborations Project” memang seperti mendengarkan sebuah album kompilasi (atau playlist Spotify) ketimbang sebuah album utuh atau organis. Mungkin itulah yang menjadi kekurangannya. Hanya saja, dengan setiap materi yang dikerjakan secara baik dan berdiri dengan sama kuat, maka “No.6 Collaborations Project” tidak mengecewakan untuk disimak.

Official Website

TRACKLIST

1. “Beautiful People” (featuring Khalid) 3:17
2. “South of the Border” (featuring Camila Cabello & Cardi B) 3:24
3. “Cross Me” (featuring Chance the Rapper & PnB Rock) 3:26
4. “Take Me Back to London” (featuring Stormzy) 3:09
5. “Best Part of Me” (featuring Yebba) 4:03
6. “I Don’t Care” (with Justin Bieber) 3:39
7. “Antisocial” (featuring Travis Scott) 2:41
8. “Remember the Name” (featuring Eminem & 50 Cent) 3:27
9. “Feels” (featuring Young Thug & J Hus) 2:30
10. “Put It All on Me” (featuring Ella Mai) 3:17
11. “Nothing on You” (featuring Paulo Londra & Dave) 3:20
12. “I Don’t Want Your Money” (featuring H.E.R.) 3:24
13. “1000 Nights” (featuring Meek Mill & A Boogie wit da Hoodie) 3:32
14. “Way to Break My Heart” (featuring Skrillex) 3:10
15. “Blow” (with Bruno Mars & Chris Stapleton) 3:29